1. Cinta
A.
Pengertian
Cinta
Cinta adalah anugrah dari yang kuasa yang diberikan kepada setiap manusia, Cinta itupun terbagi-bagi, antara lain: cinta kepada allah, cinta kepada orang tua, cinta kepada teman/sahabat, dan cinta kepada pasangan, cinta sendiri memiliki banyak pengertian, Cinta muncul karna sebuah emosi dari kasih sayang kuat dan ketertarikan pribadi. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang di lakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.
Cinta adalah anugrah dari yang kuasa yang diberikan kepada setiap manusia, Cinta itupun terbagi-bagi, antara lain: cinta kepada allah, cinta kepada orang tua, cinta kepada teman/sahabat, dan cinta kepada pasangan, cinta sendiri memiliki banyak pengertian, Cinta muncul karna sebuah emosi dari kasih sayang kuat dan ketertarikan pribadi. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang di lakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.
Dalam konteks filosofi cinta merupakan
sifat baik /positif yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih, dan
kasih sayang. Penggunaan perkataan cinta, juga dipengaruhi perkembangan semasa.
Perkataan senantiasa berubah arti menurut tanggapan, pemahaman dan penggunaan
di dalam keadaan, kedudukan dan generasi masyarakat yang berbeda.
Ungkapan cinta mungkin di gunakan untuk
meluapkan perasaan seperti berikut:
·
Perasaan terhadap keluarga
·
Perasaan terhadap teman-teman
·
Perasaan yang hanya merupakan keinginan
hawa nafsu atau cinta eros
·
Perasaan sesame atau juga di sebut agape
·
Perasaan terhadap dirinya sendiri, yang
di sebut narsisisme
·
Perasaan terhadap sebuah konsep tertentu
·
Perasaan terhadap negaranya atau
patriotism
·
Perasaan terhadap bangsa atau
nasionalisme
Namun demikian perkataan – perkatan yang
lebih sesuai di temui dalam bahasa serantau dan dijelaskan sebagai berikut:
·
Cinta yang lebih cenderung kepada
romantis, asmara dan hawa nafsu (eros)
·
Sayang yang lebih cenderung kepada
teman-teman dan keluarga (philia)
·
Kasih yang lebih cenderung kepada
keluarga dan tuhan (agape)
· Semangat nusa yang lebih cenderung
kepada patriotisme, nasionalisme, dan narsisme
(storge).
(storge).
B.
Jenis-jenis
cinta
Jenis cinta dapat termasuk:
Jenis cinta dapat termasuk:
·
cinta kepada jiwa atau pikiran,
·
cinta hukum dan organisasi,
·
cinta badan,
·
cinta alam,
· cinta makanan,
·
cinta uang,
·
cinta belajar,
·
cinta kuasa, cinta keterkenalan, dll.
Cinta lebih berarah ke konsep abstrak
lebih mudah di alami daripada dijelaskan. Kita hidup di dunia ini memang tidak
akan pernah lepas dari namanya cinta, di mana-mana kita akan selalu membutuhkan
cinta atau kasih sayang.
2. Kepercayaan
A.
Pengertian
Kepercayaan
Kepercayaan
berasal dari kata percaya artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan
adalah dasar pribadi subyektif untuk prilaku individu. Kemauan seseorang untuk
bertumpu pada orang lain dimana kita memiliki keyakinan kepadanya. Kepercayaan
merupakan kondisi mental yang di dasarkan oleh situasi seseorang dan konteks
sosialnya. Ketika seseorang mengambil keputusan berdasarkan pilihan dari
orang-orang yang lebih dapat dia percayadari pada yang kurang dipercayai.
Pendapat
yang lain mengatakan kepercayaan adalah wilayah psikologis yang merupakan
perhatian untuk menerima apa adanya berdasarkan harapan terhadap prilaku yang
baik dari orang lain.
Ada
banyak definisi tentang kepercayaan, ada juga yang mendifinisikan bahwa
kepercayaan sebagai penilaian hubungan seseorang dengan orang lain yang akan
melakukan transaksi tertentu sesuai dengan harapan dalam sebuah lingkungan yang
penuh dengan ketidakpastian. Kepercayaan terjadi ketika seseorang yakin dengan
relialibilitas dan integras dari orang yang dipercaya.
B.
Macam-macam
kepercayaan
1) Kepercayaan
pada diri sendiri
Kepercayaan
pada diri sendiri itu ditanamkan setiap pribadi manusia. Percaya kepada diri
sendiri hakikatnya percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2) Kepercayaan
kepada orang lain
Kepercayaan
kepada orang lain itu sudah tentu percaya terhadap kata hatinya, atau terhadap
kebenaranya. Karna ada ucapan yang berbunyi “orang dipercaya karena ucapannya”.
3) Kepercayaan
kepada pemerintah
Jelaslah
bagi kita baik teori maupun pandangan teokratis atau demokratis Negara pemerintah
itu benar, sehingga wajar jika manusia sebagai warga Negara percaya kepada
Negara dan pemerintah.
4) Kepercayaan
kepada tuhan
Kepercayaan ini amatlah penting karena merupakan tali kuat yang dapat menghubungkan manusia dengan tuhannya.
Kepercayaan ini amatlah penting karena merupakan tali kuat yang dapat menghubungkan manusia dengan tuhannya.
3. Cinta Karena Percaya
A. Pengertian
Berdasarkan pembahasan di atas Cinta adalah perasaan kasih sayang sedangkan percaya adalah Kemauan seseorang untuk bertumpu pada orang lain dimana kita memiliki keyakinan kepadanya. Jadi cinta karena percaya artinya perasaan kasih sayang yang di berikan karena kemauan bertumpu pada orang lain karena memiliki keyakinan kepadanya,atau dengan kata lain kecintaan terhadap sesuatu karna kepercayaannya terhadap sesuatu tersebut.
A. Pengertian
Berdasarkan pembahasan di atas Cinta adalah perasaan kasih sayang sedangkan percaya adalah Kemauan seseorang untuk bertumpu pada orang lain dimana kita memiliki keyakinan kepadanya. Jadi cinta karena percaya artinya perasaan kasih sayang yang di berikan karena kemauan bertumpu pada orang lain karena memiliki keyakinan kepadanya,atau dengan kata lain kecintaan terhadap sesuatu karna kepercayaannya terhadap sesuatu tersebut.
Tidak bisa di pungkiri
salah satu tiang supaya cinta itu bisa berdiri kokoh adalah sebuah kepercayaan,
kepercayaan sangat berperang penting di dalamnya. Mau itu cinta kepada allah,
cinta kepada orang tua/keluarga, cinta kepada Negara, cinta kepada
teman/sahabat, maupun cinta kepada pasangan. Kesemuanya itu membutuhkan
kepercayaan, misalnya percaya bahwa allah itu satu tapi ada di mana-mana. Cinta
adalah masalah kepercayaan, mempercayai diri sendiri jauh sebelum mempercayai
orang lain.
Percaya
adalah merasa aman tentang diri sendiri dalam hubungannya dengan hari esok.
Mempercayai itu membutuhkan keyakinan mempercayai yang kita cintai berarti melepaskan
kendali yang menyebabkan kita menipu diri kita sendiri untuk memikirkan apa
yang kita miliki.
B.
Faktor-faktor
yang menimbulkan cinta karna percaya
Ø Mempercayai seseorang memang bukan hal yang mudah. Di bawah ini beberapa factor yang bisa menimbulkan percaya:
· Konsisten
· Komitmen
· Kejujuran
· Terima apa adanya
· Mengerti
· Yakin
· Terbuka/transparan
· Menghormati orang lain
· Mengambil tanggung jawab
· Menerima kritikan dengan baik
· Tulus dll.
Ø Cinta tanpa kepercayaan itu tidak akan bertahan lama karena kepercayaan itu adalah salah satu tiang dari cinta dan apabila salah satu tiang tidak ada maka semakin lama cinta itu akan roboh.
Ø Mempercayai seseorang memang bukan hal yang mudah. Di bawah ini beberapa factor yang bisa menimbulkan percaya:
· Konsisten
· Komitmen
· Kejujuran
· Terima apa adanya
· Mengerti
· Yakin
· Terbuka/transparan
· Menghormati orang lain
· Mengambil tanggung jawab
· Menerima kritikan dengan baik
· Tulus dll.
Ø Cinta tanpa kepercayaan itu tidak akan bertahan lama karena kepercayaan itu adalah salah satu tiang dari cinta dan apabila salah satu tiang tidak ada maka semakin lama cinta itu akan roboh.
Jika
kita selalu jujur maka otomatis kita akan mendapatkan kepercayaan.
Terkadang
memang susah membuat orang percaya kepada kita karena kepercayaan itu relatif.
Kepercayaan terhadap orang lain itu adanya pada diri kita sendiri setelah
mengetahui orang yang akan kita percayai tadi.
Ada
peribahasa yang mengatakan “semakin tinggi pohon, maka akan semakin kencang
angin menerpanya” sesuai dengan realita yang terjadi semakin kita mencintai
seseorang maka semakin banyak pula masalah yang datang, dan kita tidak akan
terlepas dari masalah itu apabila kita tidak saling percaya.
Sering
juga terdapat apabila seseorang mendapati sebuah masalah, mereka lari dari
masalah itu, padahal lari itu bukan solusi yang baik dalam menyelesaikan sebuah
masalah, malah akan membuat masalah yang baru.
Masalah
sebesar apapun pasti ada jalan keluarnya yang penting kita selalu berusaha dan
ada kemauan untuk menyelesaikan masalah tersebut.



Posting Komentar