Hedonisme Serang Mahasiswa

Sabtu, 01 September 20120 komentar


Hedonisme adalah paham sebuah aliran filsafat dari yunani yang sudah membudaya di indonesia, merupakan sebuah pandangan hidup yang menganggap bahwa seseorang akan bahagia apabila mencari kebahagiaan sebanyak mungkin dan sedapat mungkin menghindari perasaan-perasaan yang menyakitkan. Hedonisme muncul pada awal sejarah filsafat pada tahun 433 SM oleh Socrates, Aristippos, dan Epikuros, tokoh-tokoh filsuf  yunani.
Jika kita berbicara tentang hedonisme tidak sedikit yang menganggap bahwa hedoisme itu adalah suatu ajaran/aliran yang bersifat negatif, namun sebenarnya hedonisme ini mempunyai sisi positif ketika kita mampu mengontrolnya dengan baik, karna tujuan sebenarnya dari paham aliran ini adalah untuk menghindari kesengsaraan dan menikmati kebahagiaan sebanyak mungkin dalam kehidupan.
Di sebabkan karna perkembangannya, makna hedonisme yang sebenarnya mengalami pergeseran, kebahagiaan di pahami sebagai kenikmatan belaka tanpa mempunyai arti mendalam, maknanyapun berubah, pemahaman positif menghilang dan pemahaman negatif melekat dalam hedonisme. Dari situlah pemahaman hedonis yang lebih mengedepankan kebahagiaan diganti dengan mengutamakan kenikmatan. Yang di mana pengertian kenikmatan berbeda dari kebahagiaan, kenikmatan cenderung lebih bersifat duniawi daripada rohani. Kenikmatan hanya mengejar hal-hal yang bersifat sementara dan masa depan tidak lagi terpikirkan, serta berasumsi bahwa hidup adalah suatu kesempatan yang datangnya hanya sekali, maka dari itu isilah dengan kenikmatan, tanpa memikirkan efek jangka panjang yang akan di akibatkan.
Kenyataannya hedonisme yang demikianlah yang berkembang di indonesia saat ini. Hedonisme ini lebih cenderung menyerang remaja dalam konteks ini adalah mahasiswa, karna mahasiswa pada umumnya mempunyai kebebasan sendiri dalam menentukan suatu hal, termasuk juga menentukan konsep hidup mereka kedepannya, serta pada masa remaja juga, individu sedang dalam keadaan bingung mencari jati diri mereka yang sebenarnya. Nah, dalam proses pencarian itu hedonisme datang dengan tawaran yang menggiurkan mahasiswa, sehingga tanpa sadar mahasiswapun ikut melestarikannya. Hedonisme menggiring mahasiswa ke dalam culture of banality (budaya kedangkalan) di mana segala informasi yang mereka terima langsung di cerna mentah-mentah, tanpa di proses, di verivikasi, dan di dalami dengan logika kerja fikiran, tak salah kemudian banyak tokoh mahasiswa yang mudah terjebak dalam jaringan terorisme.
Hedonisme menjadikan mahasiswa kritis karakter sehingga tak mampu menjalankan predikatnya sebagai agent of sosial cange, agent of control. Masalah yang komplekspun akan timbul ketika banyak mahasiswa di negara ini terserang hedonisme. Banyaknya mahasiswa yang bermalas-malasan, lebih mementingkan kesenangan sementara, yang menganggap tujuan utama hidup mereka adalah kesenangan dan kenikmatan materi, serta tidak serius dalam menuntut ilmu, maka ilmu pengetahuan dan tekhnologi (IPTEK) di negara ini juga akan sulit berkembang, negara kita akan tertinggal dari negara-negara lain di karenakan kita kalah dalam hal IPTEK.
Maka dari itu sebagai mahasiswa yang intelek marilah kita bersama-sama menghilangkan budaya hedonisme, jangan biarkan diri kita terjebak dalam kesenangan dan kenikmatan yang bersifat sementara, sebab itu hanya akan merusak pribadi kita sendiri, kita semua menyadari bahwa mahasiswa adalah generasi muda penerus bangsa. MAHASISWA BISA, HIDUP MAHASISWA.
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Pelajar Pro | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. RishaL bLog - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Komunitas Blogger Wajo