Pengertian singkat tentang organisasi
tidak lain adalah suatu tempat atau wadah dimana didalamnya terdapat 2 orang
atau lebih yang saling bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan bersama. Nah,
Kebanyakan mahasiswa sekarang bersifat “Apatis”, berasumsi bahwa organisasi itu
tidaklah penting hanya sebagai embel-embel kampus semata, dengan masuk
organisasi hanya membuang-buang waktu, dan memperlambat kuliah saja. Yang
terpenting bagi mahasiswa yang “Apatis” ini adalah bisa dapat IP tinggi dan
lulus dengan cumlaude.
Di samping itu sebagian besar mahasiswa
sekarang ini apabila mendengar sebuah informasi yang belum tentu kebenarannya
langsung di terima mentah-mentah tanpa mereka turun langsung dan membuktikannya
sendiri. Mengaku mahasiswa tapi tingkah lakunya tidak mencerminkan seorang
mahasiswa. Yang mana kita ketahui mahasiswa adalah orang yang di harapkan
menjadi investasi bagi orang tua, masyarakat dan Negara di masa mendatang, oleh
karenanya mahasiswa harus dipersiapkan secara benar dan serius, dengan cara
mengarahkan, membentuk, dan mengembangkan potensi intelektual dan kepribadianya
melalui rasio, moral, dan religius. Nah, semua hal itu tidak mungkin bisa di
dapatkan hanya dengan mengikuti proses belajar mengajar yang ada di dalam ruang
kelas saja, yang hanya menuntut mahasiswa untuk menguasai bidang keilmuan
tertentu.
Di sinilah para mahasiswa di suguhi
dengan proses pembelajaran yang bersifat normatif dalam ruang kelas, tentunya
dengan berbagai macam tugas yang diberikan dosen secara tekstual sesuai dengan
materi pengajaran. Padahal hanya dengan itu tidaklah cukup untuk pengembangan
nilai-nilai potensi yang ada pada diri mahasiswa, sebab mahasiswa hanya
berkutik dalam ruang kuliah, teori-teori atau buku-buku perkuliahan saja.
Padahal tujuan pembelajaran adalah bagaimana membentuk karakteristik mahasiswa
yang tidak hanya cakap secara keilmuan tetapi juga memiliki keterampilan
ekstrakulikuler. Keterampilan ekstrakulikuler ini didapat dari luar pendidikan
formal itu sendiri. Keterampilan ekstrakulikuler yang dimaksud dalam hal ini
adalah keterlibatan mahasiswa dalam suatu organisasi.
Menjadi seorang mahasiswa tak semudah
membalikkan telapak tangan, menjadi mahasiswa yang sebenarnya, itu sangatlah
susah, tapi akan menjadi sangat mudah apabila kita mempunyai kemauan untuk
menjalaninya dengan baik. caranya, kita harus menjalankan kewajiban mahasiswa
dengan semestinya jangan hanya menuntut hak saja, menjadi mahasiswa jangan
hanya sebatas mahasiswa biasa, kita harus mengikuti arus pergaulan kampus,
tentunya pergaulan yang memberikan dampak positif bagi perkuliahan kita, misalnya bergabung di
dalam organisasi, mau itu organisasi internal maupun eksternal kampus karena
semuanya sama-sama penting bagi peningkatan mutu seorang mahasiswa.
Jika kita melihat perkembangan
mahasiswa jaman sekarang ini, sangat berbeda jauh dengan dulu, jaman sekarang
mahasiswa lebih cenderung bersifat pragmatis. Mereka lebih memilih untuk pergi
ke mall, main game, atau bahkan pacaran ketika waktu senggang saat kuliah, di
banding dengan mengikuti kegiatan yang diadakan oleh organisasi mahasiswa. Tak
bisa di pungkiri Mahasiswa jaman sekarang menjadi korban dari modernisasi,
munculnya golongan-golongan kapitalisme di kalangan mahasiswa.
Sangat banyak manfaat organisasi bagi seorang
mahasiswa antara lain: Melatih leadership seorang mahasiswa, belajar manajemen
waktu, memperluas jaringan, menambah pengalaman, mengasah kemampuan dalam
berkomunikasi dan masih banyak manfaat-manfaat yang bisa kita petik di dalam
organisasi. Kendati Demikian, masih sering beredar sebuah asumsi keliru yang
menyebabkan banyak mahasiswa yang enggan berkecimpun didalam organisasi.
Ada yang berasumsi bahwa salah satu
penyebab lamanya seorang mahasiswa lulus dalam suatu perguruan tinggi adalah
karna aktif berorganisasi sehingga fokus utamanya bukan hanya pada upaya
menyelesaikan kuliah semata. Dan mereka berasumsi bahwa mahasiswa yang aktiv
berorganisasi tidak akan bisa lulus kuliah dalam waktu yang cepat. Asumsi
seperti ini ternyata terbantahkan, Beberapa mahasiswa yang aktif dalam
berorganisasi justru dapat menyelesaikan kuliahnya dalam waktu yang cepat
sesuai targetnya, malah sebaliknya beberapa mahasiswa yang apatis terhadap
organisasi menghadapi sejumlah kendala dalam perkuliahan, misalnya kemampuan
berinteraksinya yang kalah jauh di bandingkan dengan mereka yang aktif
berorganisasi.
Lagi pula Mahasiswa yang aktif
berorganisasi tetapi tidak bisa meyelesaikan kuliahnya dalam waktu yang cepat,
sudah punya kecakapan yang memadai untuk siap terjun dalam lingkungan sosial
sebagai bentuk pengabdian mahasiswa. Artinya walaupun tidak lulus cepat,
setidaknya mahasiswa yang aktif dan serius berorganisasi punya kesiapan yang
lebih baik dari mereka yang kegiatannya
hanya kuliah saja.
Jadi bagi mahasiswa yang belum dan
betul-betul mempunyai kemauan menjadi mahasiswa yang sebenarnya, Langkah awal
adalah bergabung dalam organisasi yang ada didalam kampus (internal) maupun
diluar kampus (eksternal). Karena ini adalah sebuah proses , sebab kita ketahui
bahwa hidup ini butuh sebuah proses. Janganlah menjadi mahasiswa seperti batu
yang terselip di dalam pondasi, yang hanya bertahan pada satu tempat berdiam.

Posting Komentar