“BMW Koorcam Tempe Berkunjung Ke Gilireng”

Selasa, 31 Juli 20121komentar

http://www.fkm.utm.my/~ariffin/appenzell_switzerland.jpgGilireng merupakan sebuah Kecamatan di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, konon katanya nama Gilireng itu berasal dari kata “gilingko” atau berbaliklah, kata “gilingko” ini di teriakkan oleh Lapaddaga (pemimpin masyarakat waktu itu untuk menahan agresi Belanda) ketika melihat masyarakatnya melarikan diri akibat terdesak karna persenjataan yang tidak seimbang dengan Belanda, kata “gilingko” itulah yang membuat semangat masyarakat kembali membara dan berbalik melawan kembali para penjajah Belanda dan akhirnya berhasil memukul mundur para penjajah sehingga tidak memasuki wilayah Gilireng. Maka dari itu Gilireng adalah salah satu daerah yang tidak pernah bisa ditembus oleh penjajah termasuk Belanda dan Jepang.
Gilireng ini kaya akan potensi alamnya, mulai dari hasil hutan sampai sumber daya alam gas yang ada di perut bumi Gilireng. Karna itulah BMW Koorcam Tempe (Barisan Muda Wajo Koordinator Kecamatan Tempe)  memilih Gilireng dijadikan tempat pembahasan LPJ (Laporan Pertanggungjawaban) dari hasil kegiatan pelatihan & pengkaderan yang pernah dilaksanakan di Kecamatan Tempe tepatnya di Kantor Golkar yang bernama Masa Pendidikan Dan Pelatihan Kader Calon Penerus Bangsa (MAPPADECENG), dan sekaligus dijadikan moment refresing setelah 4 hari fokus dengan pelatihan dan pengkaderan itu.
Tanggal 07 s/d 08 juli 2012, 2 hari inilah yang di pilih BMW Koorcam Tempe berkunjung ke kecamatan Gilireng, selama 2 hari ini banyak kegiatan yang BMW Koorcam Tempe lakukan di sana, di antaranya, tujuan utamanya yaitu pembahasan LPJ, silaturahmi dengan BMW Koorcam Gilireng, menghadiri pelatihan soft skill yang kebetulan pada waktu itu juga diadakan di Gilireng tepatnya di Kantor Kecamatan Gilireng oleh BMW Koorcam Gilireng, dan tak kalah pentingnya juga menikmati tempat-tempat indah yang ada di Kecamatan Gilireng.
Salah satu tempat yang di kunjungi BMW Koorcam Tempe adalah air terjun yang berada tepatnya di desa Bekka’e Kecamatan Gilireng, tempatnya belum begitu populer di kalangan masyarakat Kabupaten Wajo dan juga belum dikelola dengan baik oleh pemerintah menyebabkan tempat itu masih sangat alami,  jalan masuk ke lokasi air terjunnyapun belum di aspal sehingga jika musim penghujan jalanannya berlumpur serta tekstur tanahnya yang bergelombang mengakibatkan kendaraan susah masuk ke lokasi air terjun itu, tapi walaupun begitu setelah tiba di lokasi air terjunnya seakan semuanya terbayar di sebabkan karna pemandangan alamnya yang begitu indah.
Selain dapat menikmati pemandangan air terjun, dalam perjalanan kita juga dapat menikmati pemandangan gunung yang hijau, subur, dan memiliki tekstur yang unik sehingga dapat menyejukkan hati. Tempat ini sangat cocok di kunjungi bersama keluarga, teman, sahabat, untuk di jadikan tempat rekreasi. Inilah juga salah satu alasan BMW Koorcam Tempe memilih Gilireng untuk di kunjungi.
Masyarakat di sana sangat ramah dan bersahabat, itulah yang membuat para pengunjung betah berada di sana, di tambah dengan cuaca di tempat kami menginap tersebut sangat sejuk sehingga dapat membuat jiwa tenang dan damai. BMW Koorcam Tempe berencana lain waktu akan kembali berkunjung ke sana.
Share this article :

+ komentar + 1 komentar

3 Juli 2014 pukul 23.13

tabe, dari kisah yg di tulis di atas menyebut klo penyebutan gilireng berawal dri kisah perjuangan petta La paddaga yg di kenang sekarang di jembatan cellae, dri penelusuran yg saya dapatkan yg tercatat di lontara atteriolonna wajo mencatat nama gilireng sudah ada di zaman puwetta La tadampare puang ri maggalatung arung matowa wajo.tabe pencerahan'ta.

Posting Komentar

 
Support : Pelajar Pro | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. RishaL bLog - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Komunitas Blogger Wajo